Halo Sobat Nongkrong! Balik lagi bareng Bang Tekno.
Isu soal Kecerdasan Buatan (AI) yang konon katanya rakus listrik dan menguras cadangan air bumi memang lagi jadi topik panas. Nggak heran kalau CEO OpenAI, Sam Altman, akhirnya buka suara buat membela anak emasnya, ChatGPT. Tapi, bukannya meredakan suasana, analogi yang dilemparkan Altman justru jadi bumerang dan bulan-bulanan netizen sedunia!
🍽️ Analogi Nyeleneh: 'Cuma Seharga Makanan 20 Tahun'
Sebagai pembelaan, Altman mengeluarkan sebuah analogi yang cukup berani. Ia berargumen bahwa untuk menciptakan manusia yang cerdas dan terpelajar, kita butuh memberinya makan selama 20 tahun penuh. Nah, menurutnya, energi yang dibutuhkan untuk melatih model AI itu sebanding dengan akumulasi "makanan 20 tahun" tersebut.
Lebih lanjut, ia sesumbar bahwa jika dihitung secara spesifik per jawaban atau per tugas, AI (seperti GPT-4) justru bisa bekerja jauh lebih efisien dibandingkan otak manusia. Otak kita butuh istirahat, ngopi, dan makan siang, sementara AI cuma butuh aliran listrik.
💧 Bantah Isu Kuras Air & Boros Listrik
Altman nggak berhenti di situ. Ia langsung menepis rentetan tudingan yang menyebut ChatGPT adalah mesin penghancur lingkungan. Laporan yang belakangan viral menyebut bahwa AI menelan 17 galon air bersih untuk setiap kueri (pertanyaan) yang diajukan pengguna.
Dengan tegas, ia melabeli klaim tersebut sebagai "Berita Palsu". OpenAI, klaimnya, terus mendorong penggunaan energi bersih (green energy) untuk pusat data mereka demi meminimalkan jejak karbon.
🧮 Netizen X Turun Tangan, Analogi Langsung Runtuh!
Sayangnya, di era internet, kamu nggak bisa asal sebut angka tanpa dibuktikan. Sejumlah pakar dan netizen geek di X (dulu Twitter) langsung mengeluarkan kalkulator mereka. Hasilnya? Blunder Telak!
- Kebutuhan Manusia: Rata-rata asupan kalori manusia selama 20 tahun jika dikonversi menjadi energi listrik hanya sekitar 17 Megawatt-hour (MWh).
- Kebutuhan AI: Sementara itu, pelatihan satu model raksasa seperti GPT-4 diperkirakan menelan energi hingga 50 Gigawatt-hour (GWh).
Buat yang belum paham skalanya, 50 GWh itu sama dengan 50.000 MWh! Selisihnya bukan cuma dua atau tiga kali lipat, tapi ribuan kali lipat. Nggak heran kalau analogi Altman langsung dicap ngawur dan tidak berdasar oleh komunitas sains.
🚀 Sempat-sempatnya Nyindir Elon Musk
Di tengah perdebatan panas soal energinya sendiri, Sam Altman malah menyempatkan diri "menyenggol" rivalnya, Elon Musk. Belakangan, Musk sempat melontarkan gagasan nyeleneh untuk membangun Data Center AI di luar angkasa pakai roket SpaceX agar tidak membebani listrik bumi.
Altman dengan sinis menilai ide Musk itu "Tidak realistis untuk dekade ini". Menurutnya, biaya peluncuran roket terlalu mahal, dan bayangkan betapa rumitnya kalau ada GPU (kartu grafis) yang rusak dan teknisi harus terbang ke orbit cuma buat ganti komponen!
🏁 Kesimpulan: Data Lebih Berbicara Daripada Analogi
Kejadian ini membuktikan bahwa sebagus apa pun PR (Public Relations) sebuah perusahaan raksasa, di hadapan internet yang transparan, data mentah tidak bisa dibohongi. AI memang revolusioner, tapi kita juga tidak boleh tutup mata soal konsumsi energinya yang masif.
Gimana nih Sobat Nongkrong? Lebih percaya klaim "efisien" dari bos OpenAI, atau lebih percaya itung-itungan kalkulator netizen X? Tulis opini kalian di kolom komentar ya!
Keep smart, check the facts, & stay update bareng Teknongkrong!

Komentar
Posting Komentar
Selamat Nongkrong! Silakan berbagi opini atau bertanya di sini. Bang Tekno sangat menghargai komentar yang sehat, sopan, dan relevan dengan topik. Spam? Auto-Delete!